Taksa
Semua orang pasti pernah bertemu dengan yang namanya perpisahan. Entah itu dengan teman, keluarga, atau seseorang yang begitu kita cintai. Namun, adakah cara yang paling bijak untuk menggambarkan situasi ini? Aku tidak tahu. Yang jelas, aku akan menceritakan tentang kami—tentang rumah yang begitu nyaman, tempat pulang yang kini harus kutinggalkan. Sebuah perpisahan yang datang tiba-tiba, begitu tergesa-gesa. Aku tak siap. Aku bahkan tak sempat menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang logis untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Namun, Kinur adalah seseorang yang selalu tertutup dalam hal-hal tertentu, sekalipun kami sudah sejauh ini berjalan bersama. Ada banyak teka-teki yang ia tinggalkan dalam pikiranku, membuat malam terasa lebih panjang, dan hari semakin lama. Kami adalah dua manusia yang dipersatukan oleh semesta, entah sebagai ujian atau justru sebagai jawaban. Namun, aku terlalu cepat menyebutnya sebagai takdir. Ataukah aku hanya terlalu jatuh cinta? Hari-hari kami dihiasi...