Amerta
Kesetiaan cinta Dashrath Manjhi bukanlah sekadar dongeng belaka. Pria sederhana dari India itu, dengan kekuatan cinta yang tak tergoyahkan, rela bekerja keras selama 22 tahun hanya untuk membelah gunung. Ia melakukannya bukan untuk ketenaran, bukan pula untuk kekayaan, melainkan demi sebuah cinta yang tak mengenal batas. Cinta yang membuat gunung pun harus tunduk.
Seperti halnya kisah John Lennon dan Yoko Ono yang menggema sepanjang zaman, begitu pula Dashrath Manjhi menjadi lambang cinta sejati yang menginspirasi. Dalam lintasan sejarah, kita menemukan banyak kisah legendaris yang menggetarkan hati, mengajarkan kita makna cinta dalam wujudnya yang paling murni. Namun, apakah setiap orang harus memiliki kisah yang begitu heroik? Tidak. Sebab cinta bukanlah soal seberapa besar hal yang kita lakukan, melainkan seberapa tulus usaha kita untuk memperjuangkannya.
Romantisme setiap masa memang berubah, seperti daun-daun yang berguguran di musim gugur dan kembali hijau di musim semi. Namun, ada satu hal yang tetap abadi: perjuangan. Perjuangan seseorang yang bersungguh-sungguh untuk cinta sejatinya adalah sesuatu yang melintasi waktu dan ruang. Aku ingin meyakini hal itu. Aku ingin menjalani jalanku sendiri dengan keyakinan yang kokoh, meskipun banyak orang akan berkata bahwa itu hanyalah ilusi. Justru karena terlihat mustahil, aku semakin bertekad untuk membuktikan bahwa cinta adalah kekuatan terbesar yang pernah ada.
Perjuangan cinta tak selalu berakhir dengan hidup bersama. Ada kisah-kisah di mana cinta tetap abadi meski kebersamaan tak pernah terwujud. Dan aku tahu, untuk membuktikan cinta seperti itu, aku harus mengerahkan seluruh kekuatanku. Perjalanan dari bawah memang terasa begitu sulit, penuh liku, namun aku percaya, setiap langkahku akan membawaku mendekati tujuan yang kuimpikan.
Ia adalah seseorang yang didambakan banyak orang. Ia adalah sosok yang menjadi impian bagi begitu banyak hati yang berharap. Mungkin, di antara mereka ada yang lebih baik dariku, lebih layak, lebih sempurna. Tapi bagiku, cinta bukanlah kompetisi. Cinta bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Cinta adalah tentang siapa yang paling siap untuk bertahan, siapa yang paling kuat untuk tetap berdiri meski badai datang bertubi-tubi.
Aku sadar, kisahku mungkin takkan pernah seindah legenda-legenda yang kita dengar. Aku bukan penyair yang pandai merangkai kata-kata indah, bukan pahlawan yang melawan dunia demi cintanya. Aku hanyalah diriku sendiri, seonggok daging yang berani bermimpi. Namun, meskipun sederhana, aku tahu cintaku adalah keabadian. Cintaku adalah tempat di mana ia selalu dapat pulang. Aku adalah benteng yang akan berdiri kokoh untuknya, bahkan jika seluruh dunia berusaha menggoyahkannya.
Bukanlah penghargaan atau pengakuan yang kucari. Aku tidak butuh dikenang sebagai legenda. Aku ingin menjadi lebih dari itu. Aku ingin hidup di dalamnya, di dalam setiap tawa, setiap air mata, setiap detak jantungnya. Aku ingin menjadi napas yang ia hirup, menjadi cahaya yang menuntunnya dalam gelap, menjadi harapan yang selalu ia genggam.
Dashrath Manjhi membelah gunung, dan aku pun ingin membelah semua batasan yang menghalangi cintaku. Aku ingin menunjukkan pada dunia bahwa cinta bukan hanya tentang rasa, melainkan tentang keberanian, keteguhan, dan pengorbanan. Meski aku mungkin tak memiliki gunung untuk kubelah, aku memiliki hati yang akan kutaklukkan dengan perjuangan. Karena bagiku, cinta sejati bukan tentang kemewahan atau keajaiban, melainkan tentang kesederhanaan yang dijalani dengan sepenuh hati.
Jika kelak cinta ini tak membawa kami bersama, biarlah waktu menjadi saksi bahwa aku pernah mencintainya dengan seluruh jiwa. Biarlah setiap detik yang kulewati menjadi bukti bahwa cinta tak pernah benar-benar pudar. Aku ingin terus berjalan, meskipun jalan ini mungkin berakhir di jurang yang tak terjembatani. Karena bagiku, cinta bukan tentang sampai di akhir cerita. Cinta adalah tentang bagaimana setiap halaman dituliskan dengan penuh makna.
Ia adalah alasan mengapa aku terus melangkah, meskipun kadang langkahku terasa berat. Ia adalah matahari yang menerangi jalanku, meskipun aku tahu aku mungkin takkan pernah bisa menyentuhnya. Tapi, aku percaya, bahkan jika aku hanya bisa berdiri di bawah sinarnya, itu sudah cukup. Aku ingin menjadi bayangannya, yang selalu ada, yang tak pernah meninggalkan.
Aku tahu, kisah ini mungkin takkan berakhir bahagia. Namun, bukankah kebahagiaan sejati adalah melihat orang yang kita cintai bahagia, meski tanpa kita? Aku ingin menjadi saksi dari kebahagiaannya, meski aku harus berdiri di kejauhan. Aku ingin menjadi kekuatannya, meski aku harus menyembunyikan kelemahanku. Aku ingin menjadi rumahnya, tempat ia selalu merasa nyaman, meski aku sendiri harus tersesat.
Cinta sejati adalah perjalanan yang penuh dengan pengorbanan. Dan aku siap untuk itu. Aku siap untuk kehilangan diriku, untuk memberikan seluruh yang kupunya, demi melihatnya tersenyum. Karena bagi seorang pecinta sejati, senyumnya adalah dunia. Tawa kecilnya adalah surga. Dan kebahagiaannya adalah segalanya.
Aku ingin mencintainya dengan cara yang hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang benar-benar mencintai. Aku ingin mencintainya tanpa syarat, tanpa harapan untuk mendapatkan balasan. Aku ingin mencintainya dengan kebebasan, membiarkannya terbang setinggi yang ia inginkan, sembari tetap menjadi angin yang membantunya melayang.
Cinta ini adalah milikku. Dan meskipun ia mungkin tidak pernah memahami seberapa besar cintaku padanya, aku tidak akan berhenti mencintainya. Karena cinta sejati tidak memerlukan pengakuan. Cinta sejati hanya perlu dirasakan, dihayati, dan dijaga. Aku ingin menjadi penjaga cinta itu. Aku ingin menjadi benteng terakhirnya.
Dan meskipun aku mungkin tak akan dikenang seperti Dashrath Manjhi, aku tahu bahwa perjuanganku adalah nyata. Aku tahu bahwa setiap tetes keringat, setiap tetes air mata, setiap luka yang kuterima, adalah bukti dari cinta yang tulus. Aku tahu bahwa meskipun gunung yang kubelah hanyalah dalam hatiku sendiri, itu adalah gunung yang lebih besar daripada apa pun yang ada di dunia ini.
Mungkin suatu hari aku akan kehilanganmu, tapi kamu takkan pernah kehilangan aku. Sebab aku ada di sini, selamanya untukmu. Cinta ini adalah keabadian. Dan meskipun kita mungkin tak ditakdirkan untuk bersama, aku akan selalu mencintaimu. Aku akan selalu ada untukmu, bahkan jika hanya dalam doa, dalam harapan, dalam setiap detak jantungku yang terus berdegup untukmu.
Aku bukan legenda. Aku hanyalah seseorang yang mencintai dengan seluruh keberadaannya. Aku hanyalah seorang pecinta yang ingin membuktikan bahwa cinta sejati masih ada, bahwa cinta sejati adalah kekuatan yang paling besar di dunia ini. Dan meskipun aku mungkin tak bisa menulis kisah ini dengan tinta emas, aku tahu bahwa kisah ini telah tertulis di hatiku dengan darah, dengan air mata, dengan cinta yang takkan pernah pudar.
Cinta adalah semesta, dan aku adalah bagian kecil dari semesta itu yang diciptakan untuk mencintaimu. Jika cinta adalah takdir, maka aku adalah takdirmu. Dan jika takdir berkata lain, maka biarlah aku menjadi pelanggaran kecil dalam takdirmu, yang tetap mencintaimu meski tanpa alasan. Aku di sini, selamanya untukmu.
Ikhos — 24 Januari 2025
Komentar
Posting Komentar